Thursday, February 7, 2019

Rumah Kecil nan Sehat

Terwujudnya suatu  keluarga yang sehat fisik dan mental bisa dimulai dari rumah yang sehat pula.

Tidak jarang kali muncul pertanyaan, apa hubungan rumah sehat dengan keluarga sehat? Beberapa penelitian membuktikan bahwa rumah yang sehat berperan besar menjaga kesehatan fisik dan mental penghuni rumah, sebab pada umumnya dua per tiga kenasiban manusia berada di rumah.

Rumah Kecil nan Sehat

Di zaman krisis ekonomi yang berkepanjangan semacam sekarang, Bangun Rumah mungil yang sehat saja tidaklah cukup. Rumah juga wajib hemat, produktif, dan ramah lingkungan. Walau mungil, nilai Bangunan Rumah wajib kompak.

Anggaran keuangan keluarga yang pas-pasan dan rumah tinggal yang imut-imut justru adalah tantangan bagi penghuni yang menuntut seni kreativitas tinggi dalam mengolah/ Rancang Rumah tempat tinggal dengan kesederhanaan. Kamu pun bisa mencobanya.

Keterbatasan lahan jelas mensyaratkan optimalisasi alokasi lahan dan pekegunaaanan kegunaaan ruang luar dan ruang dalam, dan kemungkinan rencana pengembangan ruang tingkat ke atas. Multikegunaaan telah adalah kewajiban untuk share ruang beberapa macam kebutuhan. Ruang luar depan bisa dikegunaaankan sekaligus sebagai “ruang taman tamu” yang merangkum teras depan, carport, dan ruang tamu dalam suasana taman. Tamu asing dan kawan-kawan anak remaja kami bisa dijamu di sini.

Rancang Rumah mungil bukan berarti rumah tak sehat. Rumah sehat memerlukan bukaan-bukaan celah angin dan jendela yang lebar. Keterdapatan celah angin di atas dan di bawah dan penanaman pohon di depan dan belakang halaman Bangunan Rumah bakal memberbagi keteduhan lingkungan dan sirkulasi udara segar yang mengalir ke dalam rumah dari depan ke belakang alias sebaliknya tanpa terkendala untuk menghindari terperangkapnya udara panas dalam rumah.

Penempatan jendela yang lebar dan celah angin dengan cara bersilangan bakal mempermudah sinar Matahari masuk memberbagi kehangatan dan penerangan alamiah ke dalam rumah. Ruang servis, khususnya ruang jemur, jelas memerlukan sinar Matahari yang lumayan jadi keteduhan pohon alias pergola wajib diperhitungkan. Yang butuh diingat adalah kebersihan rumah sejak dari luar psupaya (saluran air dan jalan), ruang luar depan, ruang dalam, dan ruang luar belakang masih utama diperlukan.

Jaringan kabel wajib ditata rapi pula. Tetapi, butuh diingat untuk menyediakan celah angin yang lumayan untuk melancarkan ajaran udara panas yang biasanya ditampung sementara di atas plafon. Lihat Rancang Bangun dan Konstruksi Rumah.

Kelancaran ajaran udara yang keluar masuk dan keterdapatan sinar Matahari di siang hari jelas bakal menghemat bahkan meniadakan penggunaan listips alat pengondisian udara (air conditioner), kipas angin, dan lampu penerangan, khususnya di siang hari. Tetapi faktor ini juga wajib didukung terciptanya keteduhan oleh pepohonan dan kesejukan taman dan kolam yang asri.